Led 3mm Warna Flashing Blink Otomatis 2 Pin – Slow

  • Fast Shipping

    Receive products in amazing time
  • Easy Returns

    Return policy that lets you shop at ease
  • Always Authentic

    We only sell 100% authentic products
  • Secure Shopping

    Your data is always protected

Rp293 Rp300

5 in stock

Highlights

fast blink

SKU: RK5-BB02 Category:

Description

Spesifikasi LED 3mm Flashing Blink Otomatis 2 Pin – Slow

  1. Nama Produk: LED 3mm Flashing Blink Otomatis
  2. Ukuran: 3mm
  3. Jumlah Pin: 2 Pin
  4. Warna: Beragam (merah, hijau, biru, dll. tergantung model)
  5. Mode Blink: Otomatis – Slow (Blink lambat)
  6. Tegangan Operasional: 3V – 5V DC (tergantung model)
  7. Arus Operasional: 20mA (maksimum)
  8. Frekuensi Blink: Sekitar 1-2 kali per detik (tergantung model)
  9. Aplikasi:
    • Indikator visual
    • Proyek DIY elektronik
    • Dekorasi

Fitur Utama

  • Blink Otomatis: LED akan secara otomatis berkedip dengan frekuensi lambat tanpa memerlukan sirkuit tambahan.
  • Mudah Digunakan: Cukup sambungkan ke sumber daya yang sesuai, dan LED akan mulai berkedip otomatis.
  • Konsumsi Daya Rendah: Hanya memerlukan arus kecil (20mA) untuk beroperasi.
  • Beragam Warna: Tersedia dalam berbagai warna untuk berbagai aplikasi visual.

Cara Menggunakan LED 3mm Flashing Blink Otomatis 2 Pin – Slow

Komponen yang Diperlukan

  1. LED 3mm Flashing Blink Otomatis 2 Pin – Slow
  2. Resistor (jika diperlukan, untuk membatasi arus)
  3. Sumber daya (3V – 5V DC)
  4. Breadboard dan kabel jumper (opsional, untuk prototipe)

Diagram Koneksi

scss

Sumber Daya (+) ---> Resistor (Opsional) ---> Anoda (Kaki panjang) LED
Sumber Daya (-) -----------------------------------> Katoda (Kaki pendek) LED

Langkah-langkah Penggunaan

  1. Persiapan Komponen:

    • Siapkan LED, resistor (jika diperlukan), dan sumber daya.
    • Perhatikan polaritas LED: kaki panjang adalah anoda (+) dan kaki pendek adalah katoda (-).
  2. Koneksi ke Sumber Daya:

    • Sambungkan anoda (kaki panjang) LED ke terminal positif sumber daya.
    • Jika menggunakan resistor, sambungkan resistor antara anoda LED dan terminal positif sumber daya untuk membatasi arus.
    • Sambungkan katoda (kaki pendek) LED ke terminal negatif sumber daya.
  3. Pengujian:

    • Nyalakan sumber daya.
    • LED harus mulai berkedip secara otomatis dengan frekuensi lambat.

Tips Penggunaan

  • Penggunaan Resistor: Untuk melindungi LED dari arus berlebih, gunakan resistor yang sesuai. Misalnya, untuk sumber daya 5V, gunakan resistor sekitar 150-220 ohm.
  • Penanganan Hati-hati: Tangani LED dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada kaki LED.
  • Prototipe dengan Breadboard: Gunakan breadboard untuk pengujian awal sebelum memasang LED secara permanen pada sirkuit.